Entah mengapa,
Bayang semumu selalu menemani kala aksaraku ingin mengudara,
Dan terkadang mengarah kepadamu,
pernah kucoba terhadap yang lain
dan hasilnya nihil,
ku akui memang aku egois, muna, pecundang dan kawan-kawannya,
namun, kalau boleh aku jujur
yang sebenarnya terjadi adalah ketidakberanianku untuk jujur,
jujur mengakui dan merealisasikan apa yang aku rasakan,
karena ada rasa takut tersendiri pada diriku yang menjadikannya penghalang,
sehingga aku hanya berani berhayal, berkomunikasi, dalam bayang semumu~,
Minggu, 11 Juni 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar