Senin, 19 Mei 2014

Suppossition. . .

‘Andai saja...’

Andai saja. Ya, mungkin itu kata-kata yang terngiang dalam benak dan fikiranku. Kata-kata itulah yang menggambarkan inginku padamu. Namun, mungkin ini hanya rasaku saja yang terlalu berharap akan hadirmu. . . 

Dan mungkin kau tak akan pernah mengetahui hal ini.
Kau bahkan tak pernah menanyai tentang rasa ini,
tentang kerinduan yang selalu menjelma di kala sang waktu lengah...

Taukah kau...
‘ya aku tahu, kau tak akan pernah mengetahuinya’
Jika saja kau menanyai kembali dengan jeli, menanyaiku dengan segenap inginmu, mungkin jawaban yang akan terlontar akan sama dengan beberapa tahun lalu.
hanya saja, aku tak pernah jujur, aku tak ingin memperlihatkan yang sebenarnya padamu.

Dari awal sebelum semua yang mengawali, aku yang memulai cerita ini,..
Memperhatikanmu dalam diam, menyimak diantara keramaian, melihat tanpa ada yang tahu menyelundup akan arsipmu, mengkodekan tiap inginku, dan masih banyak hal-hal yang lebih aneh bin gila yang aku lakukan terhadapmu, terhadap tiap gerakan yang kau buat.

Ya,. . .
itu semua aku lakuakan tanpa sepengetahuanmu, dan itu sangatlah menarik, dan mungkin akan aneh bagi kebanyakan orang.

Aku bisa melakukan itu semua, hanya saja yang susah bagiku ialah menghentikan rasa ini, memendamnya, mendekap erat tiap kali berhadapan denganmu.
Dan, sesuatu yang aneh jika aku menampakkannya, walaupun kau sudah menanyai tentang itu padaku. ‘Dan terdapat kesalahan, kesalahan yang kau buat terhadap pertanyaan pertanyaan itu, yang tepat bukan pada pertanyaanya, 
tahukah kau apa kesalahan itu, kesalahannya terletak melalui apa kau bertanya,  kau tidak berbicara secara empat mata denganku, kau selalu melalui perantara entah bagaimana bentuk perantara tersebut.

‘andai’ kan kau tahu, kau bisa membaca kode dari sorot mataku, kau akan menemukan jawaban yang berbeda dari apa yang terlontar.
# sedikit catatan :
Semua dan apapun itu pandai bersandiwara, jika kau jeli kau akan menemukan celah celah yang akan menampakkan bagiannya, bagian yang akan menuntunmu pada kejujuran yang tersembunyi, kejujuran yang tak akan siapapun dapat mengelak kebenarannya
Ya..
Tentu saja semua ini hanya pengandaian yang tak berujung. Dan aku berterima kasih padamu karena telah mengajariku tentang semua ini, tentang dunia fantasi yang sangat baru bagiku.
Dunia yang penuh imajinasi, imajinasi yang sungguh menghiburku dari hiruk pikuk dunia yang kejam ini, yang penuh akan masalah.
Oleh karenanya aku sangat berterima kasih, atas semua fantasi yang telah kau ajarkan padaku.
yang telah membukakan fikiranku akan hal ini.

Dan akan hal ini aku selalu mendo’akanmu...
berharap segala yang terbaik selalu mengiringi tiap langkahmu. . . .


*teruslah berusaha, walau apapun yang terjadi :) (h.p.)

0 komentar:

Posting Komentar

 

my star word Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang