‘Andai saja...’
Andai saja. Ya,
mungkin itu kata-kata yang terngiang dalam benak dan fikiranku. Kata-kata
itulah yang menggambarkan inginku padamu. Namun, mungkin ini hanya rasaku saja
yang terlalu berharap akan hadirmu. . .
Dan mungkin kau
tak akan pernah mengetahui hal ini.
Kau bahkan tak pernah menanyai tentang rasa ini,
tentang kerinduan yang selalu menjelma di kala sang waktu lengah...
Kau bahkan tak pernah menanyai tentang rasa ini,
tentang kerinduan yang selalu menjelma di kala sang waktu lengah...
Taukah kau...
‘ya aku tahu, kau
tak akan pernah mengetahuinya’
Jika saja kau
menanyai kembali dengan jeli, menanyaiku dengan segenap inginmu, mungkin
jawaban yang akan terlontar akan sama dengan beberapa tahun lalu.
hanya saja, aku tak pernah jujur, aku tak ingin memperlihatkan yang sebenarnya
padamu.
Dari awal sebelum
semua yang mengawali, aku yang memulai cerita ini,..
Memperhatikanmu
dalam diam, menyimak diantara keramaian, melihat tanpa ada yang tahu
menyelundup akan arsipmu, mengkodekan tiap inginku, dan masih banyak hal-hal
yang lebih aneh bin gila yang aku lakukan terhadapmu, terhadap tiap gerakan
yang kau buat.
Ya,. . .
itu semua aku
lakuakan tanpa sepengetahuanmu, dan itu sangatlah menarik, dan mungkin akan
aneh bagi kebanyakan orang.
Aku bisa melakukan
itu semua, hanya saja yang susah bagiku ialah menghentikan rasa ini, memendamnya,
mendekap erat tiap kali berhadapan denganmu.
Dan, sesuatu yang
aneh jika aku menampakkannya, walaupun kau sudah menanyai tentang itu padaku.
‘Dan terdapat kesalahan, kesalahan yang kau buat terhadap pertanyaan pertanyaan
itu, yang tepat bukan pada pertanyaanya,
tahukah kau apa kesalahan itu, kesalahannya
terletak melalui apa kau bertanya, kau
tidak berbicara secara empat mata denganku, kau selalu melalui perantara entah
bagaimana bentuk perantara tersebut.
‘andai’ kan kau
tahu, kau bisa membaca kode dari sorot mataku, kau akan menemukan jawaban yang
berbeda dari apa yang terlontar.
# sedikit catatan :
Semua dan apapun itu pandai bersandiwara, jika kau jeli kau akan menemukan celah celah yang akan menampakkan bagiannya, bagian yang akan menuntunmu pada kejujuran yang tersembunyi, kejujuran yang tak akan siapapun dapat mengelak kebenarannya
Semua dan apapun itu pandai bersandiwara, jika kau jeli kau akan menemukan celah celah yang akan menampakkan bagiannya, bagian yang akan menuntunmu pada kejujuran yang tersembunyi, kejujuran yang tak akan siapapun dapat mengelak kebenarannya
Ya..
Tentu saja semua
ini hanya pengandaian yang tak berujung. Dan aku berterima kasih padamu karena
telah mengajariku tentang semua ini, tentang dunia fantasi yang sangat baru
bagiku.
Dunia yang penuh imajinasi, imajinasi yang sungguh menghiburku dari hiruk pikuk dunia yang kejam ini, yang penuh akan masalah.
Dunia yang penuh imajinasi, imajinasi yang sungguh menghiburku dari hiruk pikuk dunia yang kejam ini, yang penuh akan masalah.
Oleh karenanya aku
sangat berterima kasih, atas semua fantasi yang telah kau ajarkan padaku.
yang telah membukakan fikiranku akan hal ini.
yang telah membukakan fikiranku akan hal ini.
Dan akan hal ini
aku selalu mendo’akanmu...
berharap segala yang terbaik selalu mengiringi tiap langkahmu. . . .
berharap segala yang terbaik selalu mengiringi tiap langkahmu. . . .
*teruslah berusaha, walau apapun yang terjadi :) (h.p.)
0 komentar:
Posting Komentar