Yya itulah kebiasaan kaum hawa.,
namun jangan salah, meski kamu hawa diciptakan dengan keadaan yang demikian, tidak menutup kemungkinan kaum adam melakukan hal serupa. . .
lagi pula setiap individu berhak memiliki, memberikan, melontarkan pendapat dari pemikirannya tentang suatu object, entah itu hidup ataupun tidak, bergantung pada konteks yang dimaksud.,
namun bagiku. . .
Terserah seperti apa penilaian orang
itu HAK MASING MASING
INDIVIDU !!!
Kalaupun itu buruk, itu juga HAK, toh itu gambaran dari
orang lain yang bisa jadi, bisa membuat kita menjadi lebih baik.,
Di saring saja kata katanya, jangan terlalu dianggap serius,
dan jangan dibiarkan begitu saja
Karena jika kamu ingin menjadi orang yang lebih baik dari
sebelumnya
Belajarlah untuk mendengarkan, dengarlah percikan percikan yang bergeming pelan disekitarmu.,
Dengarlah dan rasakan. . .
Belajarlah untuk mendengarkan, dengarlah percikan percikan yang bergeming pelan disekitarmu.,
Dengarlah dan rasakan. . .
Setelah kamu belajar mendengar dan merasakan cobalah untuk
perbaiki dari apa yang telah kamu dengar, dan kamu rasakan.,
*Seperti kata mutiara dalam mahfudlat.,
‘cobalah dan mengertilah maka kamu akan tahu.’
Cobalah untuk menerima, jangan menyangkal penilaian dari orang lain, karena bisa jadi itu membuat kita lebih baik untuk kedepan,.
karena rencana Tuhan siapa yang tahu.,
Jangan mudah terpancing emosi, karena tahukah engkau kawanku, bila emosi diatasi dengan emosi, tak akan menyelesaikan masalah yang ada.,
malah akan menambah masalah yang baru, dan bisa jadi akan menambah rumit dari kasus yang sebelumnya.,
Segala yang diselesaikan dengan emosi tak akan menemui hasil yang diinginkan, bisa jadi akan banyak kalimat kalimat penyesalan di akhir cerita.,
Kesabaran memang kunci utama dalam segala persoalan.,
karena janganlah mau diperdaya oleh nafsu karena hal hal sepele.,
so, always keep your smile guys :)
(h.p.)