Rabu, 27 April 2016

s.e.p.i

Banyak ingin tak tahu arahnya
banyak Tanya tanpa jawaban
ingin cerita entah kemana
ingin mendengar hanya hayal yang didapat

Tempat ramai bukan jaminan penghibur diri
tempat sepi sekalipun belum tentu damai
resah tanpa arah
bimbang yang ditemui

Ilustration by Google Image
Kembali padaNya lah tempat paling aman tuk bersandar
rasa syukur yang seringkali terlewatkan bisa jadi penyebab
selalu mengingat sang Pencipta
tak lupa selalu berbagi dengan sesama

(h.p)

:: Rapuh ::

Illustration by Google Images



Rapuh selalu dikaitkan
dengan kehidupan manusia
misalnya saja, cinta yang rapuh
hati yang rapuh dan sebagainya


Semesta telah banyak memberi pengaruh pada kehidupan manusia
tak jarang manusia yang mampu menelaahnya dengan baik
mengapa bisa begitu?
manusia terlalu peduli dengan kehidupannya

Semesta selalu mengajarkan 
agar manusia menjadi pribadi yang tangguh
pribadi yang tak pernah mengeluh
sadarkah manusia selama ini?

Semesta yang senantiasa mengajarkan
semesta pula yang mendapat imbasnya
bagaimana bisa?
bukankah sudah jelas

Mengetahui keadaan alam adalah salah satu buktinya
bisakah manusia menyadari apa yang telah diperbuat?
atau malah menyalahkan alam yang telah berubah
sekarang siapa yang rapu atau merapuhkan?

(h.p)

Rasa

Disetiap rasa pasti ada masanya
dikala masanya datang apa yang dapat diperbuat manusia?
mungkinkah rasa itu masih tetap ada ataukah akan berbeda?
dapatkah manusia mengubah rasa?

Banyak rasa yang dikenalkan pada manusia
banyak tempat untuk menempatkannya
namun, tidak semua tempat cocok untuk semu rasa
mampukah manusia itu menempatkannya dengan benar?

Illustration by Google Images
Alam menyediakan banyak ruang untuk manusia berlatih rasa
baik sadar maupun tidak
sebenarnya alam menuntun manusia
agar tidak salah dalam menempatkannya

Jika ada beberapa manusia
ada yang masih salah dalam menempatkannya,
sebenarnya itu bukan rasa yng salah,
alam ingin mengenalkan lebih banyak rasa melalui itu semua

Illustration by Google Images
Warna-warni rasa yang didapatkan manusia
tidak dapat disalah artikan ataupun disalahkan
karena itu yang ditetapkan manusia
alam pun tak bertanggung jawab atas itu


Kebijaksanaan manusia lah
yang mampu menempatkan rasa sesuai kebutuhan
hingga tiada lagi yang dinamakan
rasa yang tertinggal
(h.p.)
 

my star word Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang