Kamis, 13 Oktober 2016

Asing

Atmosfer ini terasa sungguh mengasingkan
Ditempat hangat sekalipun berasa dingin tak berperasaan
Berbuat setitik tak ada benarnya jua
Haruskah aku pergi haruskah aku bertahan  haruskah aku mengalah dengan ini
Atau aku harus menyerah dengan pergi
Mungkin jika begitu aku tak ‘kan pernah bertahan diberbagai situasi
Jika begitu aku tak ‘kan tahu jawaban mengapa atmosfer dapat berubah
Banyak gejolak yang tak bisa kupahami
Mampukah aku (?)
(h.p)

Jumat, 07 Oktober 2016

Sajak Rindu

Sajak-sajak merindu
telah banyak diungkapan
perihal keberadaannya pun banyak dikaitkan
benda tak bersalah bisa jadi sasaran

Tak ada yang salah maupun dipersalahkan
Sebagai lambang pelampiasan
akan kerinduan begitu dalam hingga tak terucap
Akankah yang dituju menyadari ini

Kejujuran inti dari semua
bicaralah tanpa menutupi
tunjukkan kepedulian
karena dunia inginkan nyata

Ditulis oleh penulis dengan keadaan meng-galau (menyengaja galau).
(H.p)

Rabu, 27 April 2016

s.e.p.i

Banyak ingin tak tahu arahnya
banyak Tanya tanpa jawaban
ingin cerita entah kemana
ingin mendengar hanya hayal yang didapat

Tempat ramai bukan jaminan penghibur diri
tempat sepi sekalipun belum tentu damai
resah tanpa arah
bimbang yang ditemui

Ilustration by Google Image
Kembali padaNya lah tempat paling aman tuk bersandar
rasa syukur yang seringkali terlewatkan bisa jadi penyebab
selalu mengingat sang Pencipta
tak lupa selalu berbagi dengan sesama

(h.p)

:: Rapuh ::

Illustration by Google Images



Rapuh selalu dikaitkan
dengan kehidupan manusia
misalnya saja, cinta yang rapuh
hati yang rapuh dan sebagainya


Semesta telah banyak memberi pengaruh pada kehidupan manusia
tak jarang manusia yang mampu menelaahnya dengan baik
mengapa bisa begitu?
manusia terlalu peduli dengan kehidupannya

Semesta selalu mengajarkan 
agar manusia menjadi pribadi yang tangguh
pribadi yang tak pernah mengeluh
sadarkah manusia selama ini?

Semesta yang senantiasa mengajarkan
semesta pula yang mendapat imbasnya
bagaimana bisa?
bukankah sudah jelas

Mengetahui keadaan alam adalah salah satu buktinya
bisakah manusia menyadari apa yang telah diperbuat?
atau malah menyalahkan alam yang telah berubah
sekarang siapa yang rapu atau merapuhkan?

(h.p)

Rasa

Disetiap rasa pasti ada masanya
dikala masanya datang apa yang dapat diperbuat manusia?
mungkinkah rasa itu masih tetap ada ataukah akan berbeda?
dapatkah manusia mengubah rasa?

Banyak rasa yang dikenalkan pada manusia
banyak tempat untuk menempatkannya
namun, tidak semua tempat cocok untuk semu rasa
mampukah manusia itu menempatkannya dengan benar?

Illustration by Google Images
Alam menyediakan banyak ruang untuk manusia berlatih rasa
baik sadar maupun tidak
sebenarnya alam menuntun manusia
agar tidak salah dalam menempatkannya

Jika ada beberapa manusia
ada yang masih salah dalam menempatkannya,
sebenarnya itu bukan rasa yng salah,
alam ingin mengenalkan lebih banyak rasa melalui itu semua

Illustration by Google Images
Warna-warni rasa yang didapatkan manusia
tidak dapat disalah artikan ataupun disalahkan
karena itu yang ditetapkan manusia
alam pun tak bertanggung jawab atas itu


Kebijaksanaan manusia lah
yang mampu menempatkan rasa sesuai kebutuhan
hingga tiada lagi yang dinamakan
rasa yang tertinggal
(h.p.)

Selasa, 02 Februari 2016

 R.I.N.D.U

Begitulah aku menyebutnya 
kali ini, aku tak ingin membuatnya menjadi sudut pandang ketiga 
aku ingin membuatnya, mewakili diriku
**
Tak akan ada yang tahu bagaimana datangnya dengan dan pada siapa dia menuju
Rindu  akan muncul tanpa ada yang meminta 
tanpa ada yang mengharapkan  tanpa ada yang memikirkannya sekalipun
Begitulah yang kurasakan 
tanpa pernah tau bagaimana gejalanya hanya terlintas begitu saja dalam benak 
bagiku, tak perlu melibatkan logika hanya membiarkannya meracuni batinku 
Inginku berontak berlari berteriak bahkan mengungkap pada seseorang yang dituju
Apalah daya jika batin dan fisik tak sejalan bagai pendemo yang berlawanan dengan polisinya
**
Hai, apa kabar(?) 
Hai, apa yang sedang kau kerjakan (?) 
Hai, apa yang kau senangi saat ini(?) 
Hai, bisakah aku menemuimu(?) 
Hai, bolehkah aku ikut kau menjelajah(?) 
Hai, bolehkah aku bersamamu (?) 
Hai, bolehkah aku masuk dalam duniamu(?) 
Hai, Hai, dan banyak sapaan yang tak terungkap
begitu banyak hal yang kusembunyikan darimu sekalipun itu dekat, tak bisa ku berterus terang
**
Semakin kau mendekat, rindu ini semakin tak tertahankan 
semakin kau mendekat, semakin banyak sesal dan tanya mengapa aku bisa menjauh darimu selama ini 
semakin kau mendekat, semakin ku tak wajar, hilang logika
yang tersisa hanyalah hayalan yang meracuni rasa
rasa percaya bahwa kau masih yang dahulu
**
Rindu semakin menjalar dan disaat itulah kuingin berlari kearahmu, mendekat, bercengkrama, menghabiskan waktu bersama 
namun, aku sadar, tak semua hal selalu sama  tak semua hal tetap tak semua statis
**
Betapa bodohnya aku yang masih disini, tetap tinggal dengan rasa yang sama bahkan meningkat tak tertahankan disetiap waktunya meradang, diam membisu bersama kenangan yang mengahantui bersamaan dengan itu, dengan sekuat tenaga menyegelnya dikala merindu
Betapa pengecutnya aku, tak mengungkap sejak awal tak membiarkanmu tahu akan hal ini 
Betapa pengecutnya aku selalu berlari menghindarimu, walau aku ingin diam-diam menyelami sosokmu, bahkan tak seinci tindakanmu luput dari lensa mataku
**
Mungkin ini hukuman bagiku membiarkanmu mengungkap, tanpa pernah tahu jawaban dariku membiarkanmu memandangiku seorang diri 
membiarkanmu berlari mendekat, seolah aku menjauh 
membiarkanmu selalu mencariku, dan inilah, hukuman yang tepat bagiku
**
Maaf telah membuatmu kecewa,
telah membuatmu pernah menunggu 
terima kasih telah mengajarkanku rasa ini 
mengenalkan aku akan dunia fantasi ini
**
Maaf, 
Terima Kasih, 
dan aku  
Rindu ….

(h.p)
 

my star word Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang