Kamis, 16 Oktober 2014

Dalam Doaku


Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit
yang semalam tak memejamkan mata,
yang meluas bening
siap menerima cahaya pertama  yang melengkung hening
karena akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa,
yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana

Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung gereja yang megibas-ibaskan bulu dalam gerimis,
yang hinggap di dahan mangga itu
Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun sangat perlahan dari nun di sana,
bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku

Dalam doa malamku kau menjelma denyut janyungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya,
yang setia mengusut rahasia demi rahasia,
yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupan

Aku mencintaimu . . .
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu

Sapardi Djoko Darmono ‘Dalam Doaku’
 

my star word Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang